Laman

September 30, 2012

Kembang Merah

30 September. Ada yang masih ingat peristiwa G 30 S/PKI? Hari berdarah, jenderal banyak yang mati, bahkan anak TK mati demi melindungi bapaknya. Hari berkabung, mari kita mengheningkan cipta.
...
...
...

Hoke bro, kembali ke topik.
Hari Jumat kemaren, tangan gue kecipratan asam format, jadi luka bakar, dan *ting* gue dapet ide. Gambar-gambar di bawah ini idenya? Bukan, bukan. Ide ini, yang didapet dari kecipratan asam format, gue targetkan selesai paling lambat akhir bulan Oktober. Ya, Oktober! Oktobeeeeer!!!!!


Ngomong-ngomong, aku jarang posting gambar cewek ya... Memang aku jarang bikin. Proporsi tubuh cewek khusus soalnya
( . .)

Cewek berambut pendek. Awalnya, aku mau mewarnai pakaiannya dengan hitam, tapi daripada dikira mau melayat, akhirnya kuganti dan hasilnya seperti ini.


Nah, satu lagi. Sketsa beberapa ekspresi si cewek.

Belum sempat bikin yang neko-neko. Tenang lah, bulan Oktober akan datang yang lebih fresh dan tentu saja akan diposting di blog ini ^^

September 15, 2012

Teras dan Lidi

Dulu, kemarau panjang hampir selalu ditutup dengan turunnya hujan di hari raya Idul Fitri.
Tahun ini sangat berbeda.
Kemarau sudah berlangsung lebih dari lima bulan.
Hujan barang gerimis pun tidak turun ketika hari raya Ied.

Walau begitu.

Selasa kemarin, Depok sempat diguyur hujan lebat pada sore hari. Mungkin itu karena pertama kalinya aku tidak terlambat masuk kelas jam 8 pagi di semester ini #plak

Di hari yang sama, Bekasi sempat dingin akibat hujan gerimis pada malam hari. Hujan buatannya berhasil ya.

Sedangkan Karawang masih kekeringan sampai sekarang. Padahal itu salah satu lumbung padi Pulau Jawa. Kalau beras lokal habis, masa harus merendahkan diri untuk menyantap beras impor sebagai makanan pokok?
=_=

Kekeringan yang berkepanjangan juga meninggalkan jejak di teras rumah. Dua hari tidak diurus, lantainya sudah penuh debu ;^;

ruli

Sudah mulai kuliah tapi masih keranjingan menggambar ._.

Aku masih terkontaminasi oleh proyek masa lampau yang tokohnya itu-itu aja, si Ruli. Terus untuk pengembangannya, aku coba iseng-iseng membuat gabungan foto dan gambar. Dan itu memang teras rumah... Yang penuh debu. Terlalu kotor sehingga kuputuskan untuk membuat gambar hitam putih. Rasanya seru kalau melihat tokoh kartun dengan background yang real.